Maksud Dari Tanggung Jawab

Pokok Kajian
Firman Allah dalam al Quran surah ar Ro’d ayat 19 sampai dengan ayat 22, sebagai berikut :
“Adakah orang yang mengetahui bahwasannya apa yang diturunkan kepadamu dari Robb kamu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berlub saja yang dapat mengambil pelajaran, (yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mereka takut kepada Robbnya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang shobar karena mencari keridloan Robbnya, mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian rezqi yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).”
Pembahasan
Bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan melalui beberapa petunjukNya dalam al Quran maka dengan mengambil beberapa dalil pokok, antara lain :
a.    Al Quran surah az Zumar ayat 22; adalah memberikan pengertian jelas tentang keberadaan orang yang telah dibukakan hatinya oleh Allah untuk menerima Islam, kemudian mau menerima panggilan “Millah Ibrohim” dalam urusan Dinullah akan dinamakan sebagai “Muslim” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Hajj ayat 78.
b.    Al Quran surah Ali Imron ayat 110; adalah Allah memberikan pujian dengan pernyataanNya sebagai “khoiru ummah” bagi yang ada kepedulian terhadap masalah keummatan, yang dengan itu akan menyadari terhadap pentingnya beristiqomah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fushilat ayat 30 sampai dengan ayat 32.
c.    Al Quran surah at Taubah ayat 44; adalah berhubungan dengan “sikap sempurna” terhadap seruan bagi melaksanakan tugas mulia yang setiap saat harus diembannya, sebagai bukti tentang keberadaan jati diri yang mendambakan pengakuan Allah sebagai saksi atas tegaknya Hukum Allah secara di dunia ini yang dilalui siang dan malam atas dasar Kekuasan mutlaq Allah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 53.
Untuk menjadi hamba Allah yang menepati petunjuk sebagaimana tersebut, maka sangat diperlukan suatu proses pengkondisian bagi terbentuk kesadaran menepati perintah Allah yaitu shobar kemudian memadukan antara kondisi pribadi yang utuh melalui pendirian sholat dengan infaq, sehingga akan terpadu menjadi “sumber daya manusia yang utuh dan paripurna yang berdaya guna” sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah ar Ro’d ayat 22.
Maka dari sinilah dapat kelihatan bahwa keadaan ummat Islam khususnya terdiri dari beberapa macam antara lain :
a.    Kelompok al Ulama sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fathir ayat 28, inipun terdiri dari :
1.    Al `Arif yaitu hamba Allah yang mampu bermuwajahah secara baik dan benar, sehingga akan memberikan suatu kondisi pribadi yang berkemampuan untuk membaca terhadap pandangan dan segala upaya kaum musyrik, yang dalam istilah lain disebut “waskitha” sehingga mampu memberikan bimbingan secara jelas, lugas dan kearah yang benar sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al An’am ayat 79.
2.    Al Khowasy yaitu hamba Allah yang memperoleh kemampuan untuk memahami secara baik dan benar terhadap ad Din dan juga berkemampuan untuk menyampaikan petunjuk Kebenaran secara baik dan benar berdasarkan qoth’i bagi menjawab berbagai permasalahan ummat, inilah yang lazim dikenal dengan istilah “inner direction” yaitu berpangkal pada sifat diri sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nahl ayat 125.
b.    Kelompok al Awwam, yang masih senantiasa digeluti oleh kebimbangan dan keraguan sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Ali Imron ayat 100 dan inipun terdiri dari :
1.    Muqolid yaitu mereka yang masih diliputi oleh upacara tradisional atau yang dikenal dengan istilah “traditional direction”, sehingga mereka akan mengalami kelambanan dalam perubahan disebabkan oleh rasa ketergantungan dengan leluhur dan struktur nilai yang kaku sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Luqman ayat 21.
2.    Furqoh yaitu bermunculan berbagai bentuk sistem penerimaan dari hasil pengaruh orang yang terpandang dan sesuai dengan harapan nafsu kebanyakan  sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al An’am ayat 116, yang dalam istilah lain disebut mudah berfihak dengan pengaruh lain atau yang dikenal dengan istilah “other direction” dalam kategori eklektisisme yaitu mengambil petunjuk dari segala jurusan selain dari Kitabullah al Quran, kemudian merasa berbangga dengan golongannya masing-masing sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Mukminun ayat 53.
Pengkondisian
Dengan maksud melaksanakan pengkondisian, maka harus dilakukan program pengembangan pemahaman melalui tadabbur sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah an Nisa ayat 82 secara bertahap dan terus menerus sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah al Isro ayat 106. Karena itu para `Ulama adalah sebagai peran utama dalam hal ini demi melaksanakan petunjuk dan isyarat al Quran dan penjelasan dari al Hadits shohih sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Fathir ayat 28; Inilah yang dikenal dengan istilah “program pengembangan menejemen khoru ummah” atau dalam bahasa lain “endigenous leader management development programs” dalam menuju bangunan yang dijanjikan Allah sebagaimana Allah tetapkan dalam al Quran surah Yunus ayat 25.

Responses are currently closed, but you can trackback from your own site.

Comments are closed.